Langsung ke konten utama

Anak Tukang Loper Koran Terpilih jadi Wakil Rakyat


Foto detik.com

ISLAMICOM - Rasa bahagia yang dirasakan seorang loper koran di Kota Probolinggo. Betapa tidak, Ia bersyukur karena sang anaknya yang ikut mencalonkan diri sebagai wakil rakyat di daerah setempat berhasil meraup suara yang cukup untuk menjadi seorang anggota DPRD Kota Probolinggo.

Sebagaimana dilansir dari detik.com, Cerita dimulai saat Sibro Malisi (29) memutuskan maju sebagai caleg dalam Pileg 2019 dengan hanya bermodal tekad. Sang ayah Kusnadi yang sehari-hari bekerja sebagai loper koran tidak membiarkan anaknya berjuang sendiri.

Merasa tidak memiliki modal yang cukup untuk promosi, Kusnadi mencoba memberikan waktu dan tenaganya untuk memuluskan langkah sang anak. Bermodalkan semangat, warga Kelurahan Pakistaji, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo itu menelusuri jalanan dan masuk ke setiap gang hanya untuk membagi-bagikan stiker dan memasang banner. Kegiatan promosi itu hampir setiap malam ia lakukan.

Cara tersebut sengaja Kusnadi pilih guna menghindari cibiran warga di mana dirinya hanya seorang loper. Meski pencalegan sang anak hanya bermodal semangat dan tekad yang kuat, Sibro kini melenggang ke gedung parlemen.

Sibro mencalonkan diri melalui Partai NasDem. Namanya bertengger di nomor urut 12 Dapil 1. Sibro meraup lebih dari 2 ribu suara dan berhasil mengalahkan incumbent yang merupakan Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo.

Kusnadi bersyukur atas perolehan suara anaknya yang di luar perkiraan. Menurut Kusnadi, terpilihnya Sibro sebagai anggota legislatif merupakan berkah luar dari Yang Maha Kuasa.

"Puji syukur anak saya bisa lolos duduk di gedung dewan. Ini luar biasa dan saya tidak mengira sebelumnya. Harapan saya Sibro amanah dalam pekerjaannya dan benar-benar untuk kepentingan rakyat," kata Kusnadi, saat ditemui di kediamannya, Sabtu (27/4/2019).

Kunjungi juga https://bit.ly/2wxPPZ

Kemudian kepada wartawan Sibro juga mengaku bersyukur atas keberhasilannya menjadi anggota legislatif. Menurutnya duduk di kursi parlemen merupakan posisi yang tepat sebagai penyambung lidah rakyat.

"Pastinya menjadi anggota dewan merupakan tantangan baru bagi saya untuk membantu rakyat. Saya berterima kasih kepada masyarakat yang telah memilih dan mempercayakan amanah mulia kepada saya," katanya.

Sekadar informasi, sebelum maju sebagai anggota dewan Sibro berprofesi sebagai seorang jurnalis di sebuah surat kabar harian yang ada di Probolinggo. Sibro akhirnya bertekad maju sebagai caleg setelah mendapat dorongan yang kuat dari masyarakat dan keluarganya.

Sumber :  Detik.com
Editor    :  WanMarsel

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IJAZAH AL HABIB MUNZIR BIN FUAD AL MUSAWA, Dzikir dan Shalawat

Hijrahcom - Wali Allah, Habib Munzir Bin Fuad Al Musawa dalam sebuah kesempatan menganjurkan untuk selalu membaca dzikir Yaa Lathif dan membaca sultanuddzikir (raja semua zikir yaitu Allah beberapun jumlahnya dan kapanpun. Khusus dzikir ya Allah dibaca 200x sebelum subuh jika mampu, jika tidak maka bacalah setiap harinya diwaktu sesempatnya. Selain itu, banyak-banyak bershalawat kepada baginda Nabi Muhammad SAW. Dalam satu hari, beliau selalu mendawamkan shalawat sebanyak 5000 kali. Beliau pernah mengatakan, "Saudaraku yg kumuliakan, saya membaca shalawat : Allahummah shalli ala sayyidina muhammad wa alihi wa shahbihi wasallim 5000x Setiap harinya, waktu saya sangat sibuk, sudah saya program setiap saya naik mobil dari rumah kemarkas majelis selepas dzikir subuh, mesti mencapai 2000x, lalu tasbih tidak saya bawa, saya tinggal di mobil, karena tugas dan kesibukan penuh, dan kalau saya berangkat ke majelis malam saya bawa lagi dan teruskan shalawat, ia mesti selesai 3000x dal...

Cerita Ustadz Somad Tentang Keseharian Almarhuma Ibundanya

Referensi pihak ketiga Hijrahcom - Ketika malam takziyah, gurunda Ustadz Abdul Somad bercerita mengenang maknya. "Mak ku itu, gemar bersedekah, setiap melihat orang susah, pasti cerita ke kami untuk membantu orang tersebut. Tapi dia tak pernah minta ke aku." "Hanya cerita saja, kalau duitnya tak cukup untuk membantu. Aku paham, ujung-ujungnya pasti menambahkan sendiri untuk sedekahnya itu." Beliau juga bercerita, ketika sampai di bandara Medan waktu wafat maknya, dijemput oleh Pak Gubernur. Ungkapnya,  "Pas saya keluar bandara, langsung dikasih pak Edi duit, tebal (sembari merenggangkan jempol dan telunjuknya). Teringat saya, rupanya duit mak dulu yang dimasukkannya ke amplop yang tipis itu. Setiap kotak itu, duit, duit, duit. Itulah yang dia bagi. Itu duit dia sendiri, entah dia tahan selera makan dia, atau duit sawitnya yang dibagi-bagi. Dia tak pernah minta duit. Hari ini, Allah perlihatkan balasannya." "Kalau kenduri (mengundang or...

JANGAN MENGHINA MAKHLUK, Pesan dan Nasehat dari Abah Muhammad Zaini (Guru Sekumpul)

Foto pihak ketiga Hijrahcom - Jangan menghina makhluk, siapa tahu dia Wali. Cukup baik sangka kepada semua makhluk dan jangan menggaduhi hal Ihwal orang. Simpan aib orang baik2 sebagaimana kita menyimpan aib kita sendiri. Bersikaplah diri kita ini lebih hina dari orang lain. Jangan menggibah orang lain dan jangan sombong akan Ilmu yang dimiliki. Sebesar apapun kesalahan orang, jangan kita hina dia, karena jika dia bertaubat siapa tahu dia lebih Mulia dari kita yang tidak merasa punya dosa. Menyakiti hati makhluk sama menyakiti hati Rasulullah, membahagiakan hati makhluk sama membahagiakan Rasulullah karena kita semua sama2 Ummatnya Rasulullah, Ummat akhir zaman. Inilah Akhlak Mulia Guru Sekumpul. Orang yang jadi Wali itu ada beberapa macam yaitu ; 1. Ada Wali itu dia sendiri yang tahu pada dia Wali tapi orang kampung tidak tahu kalau dia Wali. 2. Ada Wali itu dia sendiri tidak tahu pada ia Wali sedangkan orang kampung tahu dia itu Wali. 3. Ada Wali itu dia sendiri tahu ...